MAMUJU, Pijaran.com – Unit Tipidter Satreskrim Polresta Mamuju berhasil menggerebek tiga titik lokasi tambang emas ilegal di Desa Karataun, Kecamatan Kalumpang, Mamuju, Sulawesi Barat, pada 15 April 2026 lalu.
Selain mengamankan mesin dan alat berat excavator, polisi juga mendapati jerigen solar subsidi di tiga titik tersebut.
Kapolresta Mamuju, Komisaris Besar Ferdyan Indra Fahmi, mengatakan, jika dikalkulasi pemakaian solar sejak beroperasi pada awal Januari 2026, aktivitas tambang tersebut sudah menghabiskan puluhan ton BBM.

“Di titik pertama, dalam satu hari operasi menghabiskan sekira 200 liter dan jika dikalkulasi sejak awal Januari itu ada 20 ton BBM yang digunakan, titik kedua 100 sampai 200 liter per hari, dan titik ketiga kami temukan 10 jerigen BBM,” ungkap Ferdyan kepada awak media, belum lama ini.
Dirinya pun menyampaikan BBM tersebut dipasok dari SPBU yang berada dalam wilayah Mamuju.
“Karena jumlahnya banyak, satu TKP saja capai 20 ton, kemungkinannya bukan cuma satu SPBU,” ujar Kapolresta.
Menurut Ferdyan, kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Mamuju salah satunya disebabkan karena ada pasokan ke lokasi tambang ilegal Kalumpang.
Pihaknya masih membutuhkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan mafia solar subsidi tersebut.
“Kami masih perlu tambahan keterangan. Setelah kami menetapkan status tersangka (kasus tambang ilegal) baru (kasus BBM) bisa jelas,” terang Kombes Pol. Ferdyan.


