PASANGKAYU, Pijaran.com – PT. Kulaka Jaya Perkasa (KJP) mengklaim telah menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) ke Kabupaten Pasangkayu sebesar Rp 600 juta, sejak mulai beroperasi dalam aktivitas penambangan pasir di Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, sebulan lalu.
Hal itu disampaikan Komisaris PT. KJP, Sabarudien Syam kepada wartawan, Selasa, 20 Oktober 2026.
John, sapaan akrab Sabarudien Syam, optimis sektor pertambangan pasir dapat menjadi salah satu sumber pendapatan daerah apabila kegiatan produksi berjalan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Jhon, PT. KJP memiliki kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 3 juta meter kubik untuk tahun 2026. Berdasarkan kuota tersebut, pihaknya memperkirakan potensi kontribusi PAD bagi Kabupaten Pasangkayu dapat mencapai sekitar Rp33 miliar apabila target yang direncanakan terealisasi.
“Alhamdulillah, baru sebulan beroperasi, kita sudah bisa berkontribusi PAD sekitar Rp600 juta. Ini bukti bahwa tambang ini dikelola secara benar dan memberikan manfaat langsung untuk daerah,” kata Jhon.
Ia menegaskan, kontribusi yang telah dicapai perusahaan saat ini merupakan tahap awal. Ke depan, peningkatan produksi diharapkan dapat mendorong penerimaan daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar lokasi pertambangan.
“Jika target RKAB tahun ini 2026 dengan kuota 3 juta kubik yang dipegang PT Kulaka Jaya Perkasa tercapai, diperkirakan akan menyumbang PAD kurang lebih Rp33 miliar untuk Kabupaten Pasangkayu,” jelasnya.
Selain mengejar target produksi, perusahaan juga menyatakan berkomitmen melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan operasional. Warga Desa Bambakoro dan wilayah Kecamatan Lariang disebut menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja.
Jhon mengatakan, keberadaan perusahaan semestinya tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Sejak awal kami berkomitmen, yang kerja di tambang ini harus masyarakat lokal Bambakoro dan Lariang. Prinsip kami, perusahaan ada karena masyarakat, jadi masyarakat harus merasakan langsung manfaatnya,” tegasnya.
Komitmen terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau *Corporate Social Responsibility* (CSR). Menurut Jhon, program tersebut telah dijalankan melalui sejumlah kegiatan yang menyasar bidang kesehatan, pendidikan, dan pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia memastikan program sosial tersebut akan terus dikembangkan agar manfaat keberadaan perusahaan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh warga di sekitar lokasi tambang.
“Selain PAD dan tenaga kerja lokal, kewajiban CSR juga sudah kami jalankan. Ada di bidang kesehatan, pendidikan, dan pembinaan UMKM warga sekitar tambang. Ini akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.
Dengan beroperasinya PT KJP, sektor pertambangan pasir di Kecamatan Lariang diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Pasangkayu. Kontribusi terhadap PAD, penyerapan tenaga kerja lokal, dan pelaksanaan program CSR menjadi sejumlah aspek yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, target kontribusi PAD sebesar Rp33 miliar pada 2026 masih berupa proyeksi perusahaan yang bergantung pada realisasi produksi dan kegiatan operasional. Angka kontribusi yang disampaikan perusahaan juga perlu dilihat berdasarkan data penerimaan daerah dari instansi terkait untuk memastikan realisasinya.(*)


