Feature

Profil Dian Oerip, Sang Visiunery di Festival Wastra Sulbar​

PIJARAN – Festival Wastra Sulawesi Barat kali ini kedatangan sosok istimewa yang mendedikasikan hidupnya untuk helaian benang nusantara.

Dian Erra Kumalasari, atau yang lebih akrab disapa Dian Oerip, hadir membawa semangat “Oerip Indonesia” untuk mengangkat martabat kain tradisional ke level yang lebih tinggi.​

Dian bukan sekadar desainer. Ia adalah seorang visioner yang melihat selembar kain bukan hanya sebagai komoditi, melainkan sebuah pusaka.

Melalui teknik desain khas “tanpa potong”, Dian menunjukkan penghormatan terdalamnya terhadap jerih payah para penenun.

Baginya, menjaga keutuhan motif berarti menjaga keutuhan nilai sakral yang terkandung di dalam setiap jalinan benang.​

Jamkrindo Buka Jalan UMKM Sulbar Tembus Proyek Pemerintah

Di tangan dinginnya, kain tradisional yang kerap dianggap kaku bertransformasi menjadi busana Urban-Etnik yang fleksibel dan fungsional.

Karya-karyanya membuktikan bahwa jiwa budaya yang kuat bisa bersanding manis dengan gaya hidup modern yang dinamis.​

Karya Dian telah melanglang buana, melintasi panggung mode internasional di berbagai benua, mulai dari Thailand, Jepang, hingga Eropa.

Konsistensi ini menjadi penegas bahwa narasi budaya Indonesia memiliki tempat terhormat di kancah global.​

Lebih dari sekadar peragaan busana, Dian adalah seorang penjelajah yang gigih. Dalam empat tahun terakhir, jejak langkahnya terekam kuat di pelosok Sulawesi Barat, mulai dari Kalumpang, Mamasa, hingga Polewali Mandar.

Kanwil HAM Sulbar Tanggapi Kasus Pengusiran Wartawan saat Liput BGN

Melalui program “Sisi Sunyi Nusantara”, ia merajut kembali kedekatan dengan para pengrajin di akar rumput.

​Dian memahami bahwa keberlanjutan tradisi membutuhkan kemandirian ekonomi. Ia tidak hanya datang untuk mengambil inspirasi, tetapi juga memberikan solusi.

Membantu penenun memasarkan karya mereka secara langsung melalui live shopping di media sosial, memberikan dukungan nyata bagi para penenun agar terus berdaya dan berkarya tanpa terbeban kendala finansial, ​membangun jembatan komunikasi yang menghubungkan perajin lokal langsung dengan pasar dunia.​

Kehadiran Dian Oerip di Festival Wastra Sulawesi Barat menjadi simbol penting bagi masa depan tenun lokal. Dengan semangat kemandirian, ia terus membuktikan bahwa setiap helai kain adalah jembatan komunikasi antara tradisi masa lalu dan gaya hidup masa kini.​

Bagi Dian, setiap busana yang dikenakan adalah cara dunia menghargai leluhur kita.

Cawagub Sulbar, Golkar Dukung Siapa?

Melalui Oerip Indonesia, ia memastikan bahwa suara dari pelosok nusantara tidak akan pernah sunyi di panggung dunia.

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement