JAKARTA, PIJARAN.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.
Dalam pernyataannya melalui akun X pada 4 April 2026, Presiden menegaskan bahwa bangsa Indonesia berduka atas kehilangan prajurit terbaik yang gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia.
Tiga prajurit yang gugur tersebut adalah:
- Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar
- Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan
- Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon
Negara Hormati Jasa Prajurit
Presiden menegaskan bahwa negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para prajurit yang gugur dalam tugas negara.
“Negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit kita, serta memastikan pengorbanan mereka tidak pernah dilupakan,” tulis Presiden.
Kecam Tindakan Perusak Perdamaian
Dalam pernyataannya, Presiden juga mengecam keras segala bentuk tindakan yang merusak perdamaian dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa, khususnya di wilayah konflik.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga semangat persatuan serta tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memecah belah kebersamaan.
“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” tegasnya.
Gugur dalam Misi Perdamaian Dunia
Ketiga prajurit TNI tersebut diketahui tengah menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB di Lebanon, sebuah misi internasional yang bertujuan menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.
Kepergian mereka menjadi duka tidak hanya bagi keluarga dan institusi TNI, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia.


