MAJENE, Pijaran.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lingkungan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, disorot lantaran diduga mayoritas relawan dapur merupakan warga luar wilayah tersebut. Pihak SPPG pun memberikan tanggapan.
Menurut Kepala SPPG Lembang, M. Nasrul Saifullah, dari 46 relawan, hanya ada tiga orang dari luar daerah yakni juru masak dan bagian pengolahan.
“Hanya chef (juru masak) dan 2 orang pengolahan orang luar, sisanya penduduk lokal Majene, Banggae Timur,” ungkap Nasrul, Rabu, 6 Mei 2026.
Dia mengatakan, informasi soal relawan SPPG Lembang didominasi warga dari luar Banggae Timur yang beredar sebelumnya, tanpa melalui konfirmasi Nasrul.
“Jadi informasi itu tidak sesuai data sebenarnya,” kata kepala SSPG.
Sebelumnya, beredar informasi di salah satu media sosial Seputar Sulawesi Barat bahwa dari total 45 orang karyawan yang bekerja di unit tersebut, hanya tiga orang warga lokal.
Sekretaris Direktur LKPH DPN PERMAHI, Wahyullah Arif lantas mempertanyakan proses perekrutan relawan di SPPG Lembang.
“Apabila benar hanya tiga warga lokal yang direkrut dari total 45 pekerja, maka hal itu layak menjadi perhatian serius, terlebih muncul rujukan pada Petunjuk Teknis (Juknis) Nomor 401.1 Tahun 2025 dari Badan Gizi Nasional yang disebut mengatur agar mitra atau yayasan pengelola SPPG memprioritaskan relawan local,” terang Wahyullah Arif.
Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Pengawasan (Dirtawas) Wilayah III BGN, Brigjen TNI Rudi Setiawan, saat berkunjung ke Mamuju, Sulbar, menegaskan, relawan SPPG harus berasal dari warga setempat di mana lokasi unit dapur terkait. Para relawan wajib dari kelompok desil 1 dan 2.


