Hukum

Kepala SPPG Diduga Lindungi Pengeroyok Aktivis, PMII Desak Tutup Permanen Dapur MBG Axuri

Ketua PMII Mamuju, Muhlis

MAMUJU, Pijaran.com – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, Muhlis, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) agar melakukan pentupan permanen dapur MBG Axuri. Pasalnya, Kepala SPPG Axuri diduga melindungi para relawan dapur yang terlibat dalam pengeroyokan dan pengerusakan sekretariat aktivis Vendetta.

Menurut Muhlis, dari tujuh orang diduga terlibat, hanya dua pelaku yang dipecat alias SP3. Lima lainnya hanya disanksi SP2 atau dirumahkan sementara.     

“Diduga kuat kepala SPPG Axuri Mamuju melindungi para relawan pekerjanya yang merupakan pelaku pengeroyokan kader dan penyerangan sekretariat Gerakan Vendetta karena tidak mau memberikan sanksi tegas secara merata bagi relawannya yang juga adalah pelaku. Dapur tersebut harus di-suspend permanen,” terang Muhlis, Minggu, 7 Juni 2026.

Ketua PMII mengatakan, dalih kepala SPPG hanya memecat dua orang karena yang bersangkutan sudah berstatus tersangka di Polresta Mamuju,

Untuk itu, PMII Mamuju juga mendesak pihak kepolisian agar segera memanggil lima orang relawan dapur Axuri lainnya, sebagai bukti tambahan bahwa jumlah pelaku pengeroyokan tidak hanya dua orang.

Rudi Di-PAW Perindo, Kuasa Hukum: Tunggu Putusan PN Jakpus!

“Termasuk yang membawa senjata tajam harus ditemukan lewat interogasi lima orang itu,” tambah Muhlis.

Dia berharap pihak berwajib tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum di tanah Malaqbi ini.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Gerakan Vendetta, Ikhwan Rozi (23) mengalami pengeroyokan oleh sejumlah orang yang diduga relawan dapur makan bergizi gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi di Sekretariat Vendetta, Jalan Dahlia, Rimuku, Kabupaten Mamuju, pada Kamis malam, 28 Mei 2026.

Menurut pengakuan Ikhwan Rozi, kasus tersebut berawal dari masalah pribadi. Namun, para pelaku justru menyeret organisasi Vendetta dengan mendatangi sekretariat.

Pelaku Tipu Tersangka Kasus PETI Bonehau Catut Kapolresta Mamuju Ditangkap

“Ini awalnya masalah pribadi, bisa diselesaikan dengan bicara baik-baik. Tapi mereka justru mendatangi sekret, ada pengerusakan di sana, saya juga dikeroyok oleh sejumlah orang,” ungkapnya.

Bahkan, salah satu pelaku diduga membawa senjata tajam.

Ikhwan Rozi mengatakan, pengeroyok dirinya merupakan relawan dapur SPPG Axuri.

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement