MAMASA, Pijaran.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DPC Mamasa mengutuk keras peristiwa pengeroyokan yang menimpa Sekretaris GMNI Sulbar, Yudi Toda. GMNI pun menyerukan tiga poin sebagai pernyataan sikap lembaga.
Ketua DPC GMNI Mamasa, Toni Mekar Putra menyebut tindakan tersebut bukan hanya menyerang Yudi sebagai individu, tapi juga menciderai semangat demokrasi organisasi kemahasiswaan.
“Pengeroyokan ini bukan hanya menyerang individu korban, tapi juga menciderai semangat demokrasi dan ruang gerak organisasi kemahasiswaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Toni, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Toni, insiden pemukukan terhadap sekretaris GMNI Sulbar sudah merusak nilai luhur kemanusiaan.
Olehnya itu, pihaknya menegaskan tiga tuntutan, yaitu:
1. Mengutuk keras segala bentuk kekerasan, intimidasi ,dan pengeroyokan terhadap aktivis terlebih kepada kader GMNI.
2. Mendesak Polresta Mamuju segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, tanpa tebang pilih.
3. Mengajak seluruh kader dan masyarakat luas mengawal kasus ini sampai ada keadilan. Organisasi menegaskan demokrasi harus diselesaikan lewat hukum dan dialog beradab, bukan main hakim sendiri.
Sebelumnya, Sekretaris DPD GMNI Sulbar, Yudi Toda diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda di Lingkungan Tahaya-haya, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, pada Minggu (7/6).


