Lokal Mamuju

Diduga Persulit Dapur, Kepala SPPG Kabuloang Dinilai Hambat Program Strategis Presiden

MAMUJU, Pijaran.com – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Muhammad Sawal diduga sengaja mempersulit proses dapur agar beroperasi kembali pasca-diberhentikan sementara atau suspend oleh BGN.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Insan Sehat Lestari sekaligus mitra dapur MBG Kabuloang, Muhammad Amin, di Mamuju, Jumat, 29 Mei 2026.

Muhammad Amin bahkan menilai sikap kepala SPPG tersebut menghambat program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Pasalnya, menurut Amin, pihaknya telah membenahi seluruh syarat dari BGN, mulai dari keluarnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan, hingga IPAL dari DLHK.

Namun, kepala SPPG terus menunda laporan ke BGN dengan alasan masih kurang di alat cuci ompreng dan ducting exhaust atau sistem saluran udara.

Ketua Gerakan Vendetta Dikeroyok di Sekret, Pelaku Diduga Relawan Dapur MBG

“Ini kan laporannya ke pusat harus disertakan video langsung dari kepala SPPG sendiri, tidak bisa diwakili. Dia tidak mau karena alasannya masih kurang di cuci ompreng dengan ducting exhaust,” ungkap Amin.

Pihaknya pun menggenjot perbaikan dua kekurangan yang disebut kepala SPPG.

Sayangnya, kata Amin, Muhammad Sawal tak kunjung mengirim video kondisi dapur setelah perbaikan, sebagai syarat laporan.

Bukan hanya itu. Amin juga membeberkan bahwa semua relawan SPPG, akuntan, dan ahli gizi di dapur Kabuloang mengeluhkan kinerja kepala SPPG.

“Mereka semua mengeluhkan kinerja kepala SPPG. Katanya datang di kantor hanya main game, makan, dan nonton YouTube. Tapi saya masih sabar selama ini. Barulah setelah saya merasa ada unsur kesengajaan Sawal tidak mau kalau dapur itu beroperasi, saya akhirnya buka ini,” bebernya.

Maxim Hadirkan LayananTransportasi Online di Wonomulyo Polman

Dirinya lalu menambahkan bahwa kepala SPPG Kabuloang rutin diberikan bonus Rp 1 juta per minggu saat dapur masih beroperasi. Selain itu, ada juga pemberian THR dan bonus akhir tahun.

“Kalau tidak dikasi, sering mengancam tentang dapur bisa saja ditutup atau kekurangan dapur,” imbuh Amin.

Dihubungi terpisah, Muhammad Sawal mengaku sudah mengajukan pencabutan suspend melalui koordinator BGN wilayah Mamuju.

“Jadi prosedur pelaporannya itu saya melapor ke korwil, kemudian korwil lanjut ke kareg, lalu ke BGN pusat,” kata Sawal.

Dirinya menegaskan tidak pernah berniat menghambat pencabutan suspend dapur MBG Kabuloang. Bahkan, dirinya mengaku, pernah dimintai ketua yayasan untuk membuat surat pernyataan yang isinya, dapur bisa beroperasi sembari pembenahan kekurangan yang dipersyaratkan oleh BGN, saat dapur tersebut sementara di-suspend.

BPK Sulbar Berikan Opini WTP LKPD Lima Kabupaten

Awal mengatakan, saat itu dirinya menolak surat pernyataan tersebut.

“Saya tidak mau karena saya yang akan kena (masalah) nantinya kalau kuturuti apa kemauannya (ketua yayasan). Dapur harus dibenahi dulu,” aku Sawal.

Terkait pemberian bonus, Sawal mengatakan tidak pernah meminta hal demikian dan itu merupakan inisiatif yayasan.

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement