Hukum

Ketua Gerakan Vendetta Dikeroyok di Sekret, Pelaku Diduga Relawan Dapur MBG

MAMUJU, Pijaran.com – Ketua Gerakan Vendetta, Ikhwan Rozi (23) mengalami pengeroyokan oleh sejumlah orang yang diduga relawan dapur makan bergizi gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi di Sekretariat Vendetta, Jalan Dahlia, Rimuku, Kabupaten Mamuju, pada Kamis malam, 28 Mei 2026.

Menurut pengakuan Ikhwan Rozi, kasus tersebut berawal dari masalah pribadi. Namun, para pelaku justru menyeret organisasi Vendetta dengan mendatangi sekretariat.

“Ini awalnya masalah pribadi, bisa diselesaikan dengan bicara baik-baik. Tapi mereka justru mendatangi sekret, ada pengerusakan di sana, saya juga dikeroyok oleh sejumlah orang,” ungkapnya.

Bahkan, salah satu pelaku diduga membawa senjata tajam.

Diduga Persulit Dapur, Kepala SPPG Kabuloang Dinilai Hambat Program Strategis Presiden

Ikhwan Rozi mengatakan, pengeroyok dirinya merupakan relawan dapur SPPG Axuri.

“Di dapur itu memang hampir 90 persen punya ikatan keluarga. Satu bermasalah, pasti akan panggil keluarganya yang notabene relawan dapur,” terangnya.

Rozi pun telah melaporkan pengeroyokan tersebut ke Polresta Mamuju dengan nomor laporan STTLP/B/178/V/2026/SPKT/RESTA MAMUJU/SULBAR. Laporan ditandatangani korban dan diketahui oleh Pamapta I IPDA Nabilla Az Zahra S.Tr.I.K.

Pembina Gerakan Vendetta sekaligus Ketua LSM Merdeka Manakarra Sulbar, Andika Putra mengutuk keras aksi premanisme tersebut.

Pihaknya mendesak kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas pelaku pengeroyokan dan perusakan sekretariat sebelum menimbulkan korban lebih lanjut.

Polda Sulbar Bakal Koordinasi Jaksa soal Kasus Oli Palsu

“Kami sangat mengecam tindakan ini, apalagi menurut keterangan ada dugaan salah satu oknum membawa sajam. Ini sudah tindakan kriminal murni yang sangat membahayakan nyawa. Kami meminta Polresta Mamuju segera memanggil dan menangkap para pelaku pengeroyokan serta perusakan di Sekretariat Perjuangan Mahasiswa Vendetta,” tegas Andika.

Pelaku yang diduga merupakan bagian dari relawan program MBG di dapur Axuri, kata Andika, telah menciderai program nasional dengan aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

LSM Merdeka Manakarra lalu melayangkan empat tuntutan krusial:

  • Mendesak Koordinator Wilayah (Korwil) segera mengevaluasi total dan memecat oknum relawan yang diduga terlibat tindak pidana.
  • Meminta Kepala Regional(Kreg) berkoordinasi dengan KPPG untuk merekomendasikan penutupan permanen dapur MBG di axuri.
  • Meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menindak tegas dan mencopot Kepala SPPG karena gagal membina relawan hingga melanggar hukum.
  • Mengungkap fakta bahwa dapur Axuri tersebut informasinya sudah dua kali terkena sanksi suspend (pembekuan sementara).
    Selain kasus pengeroyokan, oknum Asisten Lapangan (Aslap) diduga melakukan tindakan intimidasi terhadap petugas ahli gizi.

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement