MAMUJU, Pijaran.com – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV akan diselenggarakan di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada tanggal 18 hingga 28 Juni 2026. Kegiatan tersebut bakal diikuti berbagai provinsi termasuk Sulawesi Barat (Sulbar).
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Sulbar, Dr. Yakub F. Solon, S.H., M.Pd mengatakan bahwa pihaknya siap mengikuti ajang tiga tahunan itu.
Namun begitu, Yakub Solon memaparkan kendala yang dihadapi kontingen Sulbar jelang Pesparawi Manokwari, di antaranya biaya transportasi.
“Awalnya kami dijanjikan bakal diangkut pakai pesawat Hercules, waktu itu kan katanya (tiketnya) akan murah tapi kemudian ada kendala avtur (aviation turbine fuel) naik,” kata Yakub di Mamuju, Jumat, 22 Mei 2026.
“Kemudian kami diarahkan untuk naik pesawat komersil. Sebelumnya kami bisa jangkau harga tiket 2 juta, tapi seiring naiknya avtur, sekarang sudah Rp 3,5 juta per orang,” lanjutnya.
Saat ini, kata Yakub, ada 11 kategori yang rencananya bakal diikuti kontingen Sulbar. Namun karena kendala biaya, pihaknya bisa saja tidak mengikutkan beberapa kategori.
Untuk diketahui, jumlah personel dari 11 kategori adalah sekira 216 orang.
LPPD mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemprov Sulbar dan Kemenag Sulbar soal Pesparawi Manokwari.
Kabarnya, Pemprov menjanjikan bantuan sekira Rp 350 juta, sementara Kanwil Kemenag Sulbar sekira Rp 500 juta.
Pesparawi sendiri memperlombakan lebih dari 12 cabang perlombaan yang meliputi paduan suara (dari anak hingga dewasa), vokal grup, musik pop gerejawi, dan musik etnik daerah.
Kegiatan ini rencananya akan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Juni nanti.
Yakub menargetkan kontingen Sulbar bisa mempertahankan prestasi sebelumnya yakni berada di 10 besar.


