PIJARAN MAJENE – Sejumlah pemuda dan mahasiswa yang menamakan diri Mahasiswa Bersuara (Masara) di Majene menggelar aksi “Dorong Motor” sebagai bentuk protes atas bahan bakar bensin yang sudah mulai mengalami kelangkaan di pedagang eceran.
Inisiator aksi, Wandi, mengatakan bahwa gerakan ini untuk meminta pihak kepolisian agar mengatensi permasalahan tersebut.
Menurut Wandi, pihaknya ingin mencegah terjadinya praktik penimbunan BBM oleh oknum-oknum pedagang eceran.
Dirinya merasa ada kejanggalan karena banyak pedagang eceran yang diduga menyimpan dagangan bensinnya. Padahal baik dari pemerintah maupun Pertamina, belum mengeluarkan pernyataan atau pengumuman terkait kenaikan harga BBM.
Bahkan di SPBU sendiri harga BBM masih stabil.
Wandi juga mendengar masalah serupa di wilayah Mamasa, terutama di kecamatan Tabulahan soal pedagang eceran yang diduga menyembunyikan bensin.
Dia berharap kasus penimbunan ini tidak terjadi dalam skala besar dan segera ditangani oleh pihak kepolisian.
Sampai saat ini pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan oknum “pemain besar” dalam kasus ini.
Wandi berharap pemerintah daerah bisa turun langsung agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat.


