Lokal

Jalan Trans Sulawesi Majene Rusak Disorot AMPP, PPK Beri Penjelasan

PIJARAN – Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami kerusakan.

Sejumlah titik di ruas tersebut mengalami keretakan dan sempat menjadi perbincangan warga di media sosial.

Aliansi Mahasiswa Pemerhati Pembangunan (AMPP) pun menyoroti kondisi tersebut.

Koordinator AMPP, Aswin Wijaya mengatakan proyek itu baru selesai dikerjakan namun sudah mengalami kerusakan. Menurut dia, hal ini bisa membahayakan pengendara yang melintas.

Aswin menilai ada dugaan kekeliruan pada proses perencanaan hingga pengerjaan proyek tersebut.

Jejak Sejarah Salu Tallung Kaju, Kehadatan yang Lahir dari Kesepakatan Leluhur di Kerajaan Mamuju

“Pada perencanaan, apakah pihak terkait sudah mengkaji risiko kondisi di wilayah tersebut, dan juga, bagaimana proses pengerjaannya? Ini yang harus diperjelas,” kata dia.

Pihaknya menegaskan bakal menggelar aksi unjuk rasa di Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulbar guna memperjelas hal tersebut.

Dihubungi terpisah, PPK Satker Wilayah 1 BPJN Sulbar, Arief Budiman mengakui kerusakan berupa retakan pada sambungan antara bahu jalan dan lapisan aspal memang terjadi, namun hal tersebut bukan disebabkan oleh kegagalan konstruksi, melainkan faktor alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Akhir-akhir ini Kabupaten Majene mengalami curah hujan yang cukup tinggi dan terus-menerus. Air hujan yang terakumulasi di lereng bagian atas menyebabkan terjadinya longsor,” jelas Arief via telepon, Senin, 12 Januari 2026.

Ia menyebutkan, longsoran tanah dari lereng tersebut mendorong struktur di bawah badan jalan. Tekanan dari bawah inilah yang kemudian memicu terjadinya retakan pada permukaan jalan, khususnya di area sambungan antara bahu jalan dan aspal.

“Dan memang wilayah di situ sering longsor,” imbuhnya.

Gaji Tuntas, FORPMAT Ingatkan Lagi soal Atribut Kerja

Meski demikian, Arief menyampaikan bahwa struktur borpail atau tiang pancang yang telah dibangun berfungsi dengan baik. Keberadaan borpail itulah yang saat ini menahan pergerakan tanah agar longsor tidak semakin parah.

“Jadi dari segi perencanaan tidak ada kesalahan dan justru meminimalisir kerusakan yang lebih parah,” terang Arief Budiman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement