PIJARAN MAMUJU — Kasus penembakan yang menewaskan seorang pria bernama Husain di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), kembali memunculkan fakta baru yang memantik perhatian publik. Kuasa hukum tersangka penyuplai amunisi mengungkap adanya dugaan keterlibatan tiga oknum polisi lain dalam perkara tersebut.
Dalam konferensi pers yang digelar di salah satu warung kopi di Mamuju, Minggu (1/3/2026), kuasa hukum Brigadir D, Ahmad Udin, menyampaikan bahwa berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik Sat Reskrim Polres Polman, tidak hanya satu anggota kepolisian yang diduga terlibat sebagai penyuplai amunisi kepada pelaku penembakan.
“Dari hasil BAP penyidik, selain Brigadir D yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, terdapat pula tiga oknum anggota polisi lainnya yang disebut ikut diduga menyuplai amunisi kepada terduga eksekutor,” ungkap Ahmad Udin.
Ia menyebutkan, tiga nama yang tercantum dalam BAP tersebut masing-masing berinisial KA, Q, dan S. Ketiganya diketahui bertugas di Polres Majene serta satuan kepolisian lainnya di wilayah Sulawesi Barat.
Pengungkapan ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat.
Pasalnya, jika nama-nama tersebut telah disebut dalam dokumen pemeriksaan resmi penyidik, publik menilai penanganan kasus harus dilakukan secara transparan dan tanpa tebang pilih.
Sejumlah kalangan menilai aparat penegak hukum harus mampu menunjukkan komitmen penegakan hukum yang adil, terlebih jika dugaan pelanggaran melibatkan oknum internal kepolisian sendiri.
Kasus ini dinilai menjadi ujian integritas institusi kepolisian dalam menjaga profesionalitas serta kepercayaan masyarakat.
Publik pun mendesak agar penyidik membuka secara terang perkembangan penyelidikan, termasuk status hukum pihak-pihak yang namanya muncul dalam BAP.
Publik berharap proses hukum tidak berhenti pada satu tersangka saja apabila fakta penyidikan menunjukkan adanya dugaan keterlibatan pihak lain.
Transparansi dianggap penting guna menghindari spekulasi sekaligus memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru mengenai dugaan keterlibatan tiga oknum polisi tersebut.
Kasus ini masih terus menjadi sorotan masyarakat Sulawesi Barat, yang menunggu langkah tegas aparat penegak hukum dalam mengungkap seluruh jaringan yang diduga terlibat dalam penyuplaian amunisi hingga berujung pada hilangnya nyawa seseorang. (Nandes)


